Tampilkan postingan dengan label putih abuabu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label putih abuabu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Januari 2013

That girl part 4

What is your truth? Answer honestly"
Whenever someone asked her that, she kept her mouth shut.
When unwrapped from its wrapping paper of lies, the truth is not a sweet candy or a chocolate that appears with a flourish.
In the way that skin is needed to protect blood and flesh, she needed lies to cover her truth.
More than being honest and exposing her scars, that girl found it safer to lie with a brilliant smile.

Selasa, 15 Januari 2013

That girl part 3

People who thinks that they can just grab the hand of happiness when it’s offered to them. How happy must they be? That girl becomes nervous when she is too happy. 
To that girl, happiness is like a child’s game of blowing bubbles. 
The moment when she touches the bubbles that float her way carrying the light of the rainbow, they burst. 
In front of happiness, that girl always gives up, before the hand is even offered.

That girl part 2

Her mouth is like a broken faucet in a mountain village. 
When it’s needed, no one comes out, and in the middle of a silent night it flows on its own.
In that moment, all the words she could not speak come pouring out belatedly. 
She vows, Next time, I should answer like this, I should make this retort. 
That girl speaks the most impressive lines when she’s alone.

That girl part 1

How timid and frail is unrequited love? 
A place you entered of your own accord, but you’re trapped inside, unable to find an exit. 
He doesn’t know a thing, and could one day leave my line of sight, and the love ends passively. 
A love that does not bloom flowers, and thus cannot dream of bearing fruit. 
A love like a seed that is forgotten. That is unrequited love.

Supir taxi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. hayo jawab salam wajib bagi muslim! Puah, finally I am back. Maaf ya, blog! abisnya banyak banget social med jadi  bingung-,- tapi, kali ini aku padamu dulu ya haha :p

Anyway, why am I back? (Bosan ngetweet:p) Nope, I feel pressured few days ago. Pengaruh umur kah? hmm well, menua itu pertanda baik, dikasih hadiah setaun buat memperbaiki setahun kemarin :)

New year? Nothing to tell, really. Plain, but grateful :)

Sore itu, di dalam taxi kami bertiga memulai percakapan mengenai setelah kelulusan. Sekarang ini, topik itu jadi Trending Topic di kelas. Gampang nanya, "Abis lulus mau kemana?" maunya dijawab paling kuliah atau ga kerja dulu deh. Tapi, malah diam lama dan jawab "pengen birrul walidain dulu" mereka jawabnya dengan tawa saya juga ikut ketawa ga tau kenapa. Yang pasti, setelah itu "Birrul walidain kan banyak, kuliah juga birrul walidain" kata supir taxi yang membuat kita diam. "Pengen yang full buat orang tua, yang emang dilakukan cuman buat orang tua gitu pak" kata saya. Supir taxi nya malah jawab, "Anak pertama yah? Pantasan pemikirannya kayak gitu" dan kami tertawa kebingungan.

P.S: Padahal, dalam hati waktu itu pengen bilang " ih bapak kok tau?" Si bapak bakalan jawab apa yah, itu yang bikin saya bingung :D

Selasa, 19 Juni 2012

Another mission part 1

Hallo, salam semangat! ujian tulis bakalan selesai alhamdulillaaaah tinggal satu lagi, tapi masih ada ujian praktek sih. Ah yang suram-suram ga usah diinget dulu lah ;p
Post kali ini saya pengen share sesuatu, hehe kayaknya saya bakalan membalik arah nahkoda saya yang tadinya abis SMA mau kuliah, bakalan dipending dulu. Kayaknya mau itu dulu deh. Kyahaha apa coba? Sebenernya, saya gak suka dibikin penasaran (epen bgt gitu, fah? zzz) tapi yah, saya suka suka suka liat orang penasaran. Ya, insya Allah saya telah memantapkan hati untuk itu dulu lah.

Itu apa ya? ;p

Rabu, 29 Februari 2012

Safe and Sound

*Nowplaying: Safe and sound by TS*
Have a sweet day, fellas ? =D
Banyak hal yang ga penting yang mau saya curahkan di my dearest blog ini. Tau lagunya Tayor Swift- Safe and Sound ? Tau ga tau, saya tetap akan ngobrolin soal itu. I saw her Music Video on Tv and she was singing amazingly. As usual. Dan saya juga baru tau, Safe and Sound ini adalah sebuah phrase atau idiom yang artinya unharmed (tidak terluka atau sehat). Just watch her Music Video deh!! Dijamin enjoy :p

I remember tears streaming down your face
When I said, I'll never let you go
When all those shadows almost killed your light
I remember you said, Don't leave me here alone
But all that's dead and gone and passed tonight

Just close your eyes
The sun is going down
You'll be alright
No one can hurt you now
Come morning light
You and I'll be safe and sound

Don't you dare look out your window darling
Everything's on fire
The war outside our door keeps raging on
Hold on to this lullaby
Even when the music's gone

Just close your eyes
The sun is going down
You'll be alright
No one can hurt you now
Come morning light
You and I'll be safe and sound.









The song's touching, isn't it? Haha ini sih selera saya. And anyway, taylor swift looks beautiful there without too much makeup or anything lah. I don't expect that you guys will enjoy this song. Not that much. I just hope you guys can really get into that song. Just close your eyes ;)

Senin, 28 November 2011

Another reminder

Apa sih hebatnya ketua ROHIS? Kerennya ketua OSIS? Atau Jagonya ketua kelas?

Gue yang ‘sebagai’ di kedua organisasi (yang ketiga bukan org kan yah, cuman amanah gede-gedean sebagai wakilketuakelas) itu gak pernah menyadari kehebatannya atau kekerenannya. Jabatannya? Nama organisasi nya? Gue gak pernah nganggap sesuatu itu keren dari namanya (kalo pun iya, itu Cuma joke) gue selalu nganggap sesuatu itu keren dari hasil nya. Dan selama gua menjabat ada gak sih yang pernah membuahkan hasil? Gue yang ‘sebagai’ gagal. Visi misi gue menjabat bukan B, tapi yang tercapai B. Miris bukan main. Gue melenceng lagi dan gak pernah ada yang bisa ngingetin gue. Gue rasa gue perlu berhenti. Gue perlu berhenti sejenak dan membereskan satu-satu visi misi gue yang ter-lupakan. Tapi, sama sekali gak ada yang bisa ngerti. Gue juga manusia, sayang.. Ada kala nya kalian harus menaruh kepercayaan itu kepada orang lain. Not always me. I’m not 3 in one. Karena ini sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan di akhirat. Final decision: I do need to get out from OSIS. I do not belong there. I just wasting my time there.

Rasanya gue yang perlu mengingatkan diri gue sendiri akan visi misi gue yang mulia *cieelah tapi bener, ini mulia. Visi gue adalah berdakwah di sekolah, apapun caranya, apapun resikonya saya akan lakukan. Saya pengen masa-masa muda kami kebuang dengan hal-hal yang bermanfaat dan berpahala tentunya. Masuk syurga baren-bareng itu kan indah, kawan. Misi saya adalah (salah satunya) masuk OSIS dan mengubah hal-hal yang tidak disyari’atkan. Tapi emang ga mudah ngejalaninnya karena cuman gue dan salah satu temen saya yang ber-visi misi seperti itu. But, back to my vision: whatever the way, whatever the risk. I’ll take it. Wong ini untuk berdakwah :)

Nah kan akhirnya dapat pencerahan juga dari diri sendiri setelah ngopi-ngopi di blog. Begitulah nge-blog. Reminder gue banget. Thanks to blog. Jadi, setelah malam ini saya akan kembali meluruskan misi saya. Semangat, fah. Kalau bukan kita, siapa lagi gitu?

p.s: wondering how difficult the way rasulullah delivered Al-qur’an and hadits to his people. Innallaha ma’ana :)

Sabtu, 26 November 2011

Suck is never end

Baru kali ini saya ngerasa random lagi. lagi. dan lagi. Kangen juga sih sama perasaan ini o.O tapi sumpah ngenekin banget, ga nyaman, gelisah, bimbang, ga tau mau kemana, gue anak sapa. random tuh gini, acakadut.
Tadi pagi saya dikejutkan dengan berbagai jenis kejadian. Baru nyampe gerbang sekolah, uda ditanyain "peh, bentar kita presentasi bio yah?" pas jalan di koridor, ditanya "peh peh, ini uang konsumsi buat sks besok jangan di saya dong megangnya, kamu aja" pas depan pintu kelas, ditanyain "ifaaah, bisa nda saya besok nda ikut sks aja?" daaaaan pertanyaan-pertanyaan ngenekin itu masih berlanjut hingga entah sampe kapan -__- Eh beneran yah, gue masih ngumpulin nyawa abis bangun pagi, jalan ke sekolah dengan setengah niat dan setengah hati (maklum belum nyadar) uda disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan -to the point- kayak gitu. Ckckck guys, gue tau kalian semua pinter rajin cakep tapi biarin saya masuk gerbang sekolah dengan damai, jalan lewatin koridor dengan santai, masuk kelas dengan riang *lebaygasih tapi ini tulus loh permintaan hati kecil saya muehehehe
Saya gak nyalahin juga sih kalian ngingetin dan nanya-nanya kayak gitu. Yah bagus sih bagus banget malah. Cuman liat-liat sikon doooong mas mbak. Ada lagi nih pas istirahat dan saya makan siang baren temen saya berdua. Tau-tau ada yang manggil dari jauh "ifaaaaaah" begitu teriaknya. Pas dia mendekat ke arah saya, dia langsung ngomong "fah, maaf yah besok saya ga bisa ikutan sks :'(" Saya dengan makan siang saya pengen nangis rasanya. Bukan. Bukan karena dia ga bisa ikutan sks. Tapi kenapa ngomongnya pas saya lagi makan? udah aja saya diem, ngelanjutin makan dengan hening yang panjaaaaang. Dia yang tidak direspon langsung ngomong lagi "oh lagi makan yah, ntar aja yah kita ngomongnya. Pas kamu uda makan". Dalam hati saya teriak "MAKASIH YAH UDA NGERTI :)"
Guys, saya punya salah satu statement "asik adalah disaat orang yang kita ajak ngobrol nyambung, tau saat yang tepat buat ngomongin yang tepat, ....." underline that word, pls. Asik. Tapi, saya ngasih statement ini kondisional loh. Maksudnya, yah kalau misalnya kamu pengen ngomong seuatu yang darurat ke ibu kamu yang lagi di wc, yah ngomong aja. Sesuatu yang darurat itu kayak ada kebakaran, ada maling, dsb. Itu mah beda lagi yah sikonnya :) kan uda gede atuh yah, kenali sikon pada saat mau ngajak ngobrol lawan bicara itu adalah cara yang asik guys dan kamu akan jadi asik if you would like to be. There are still many stories i would love to share but time doesn't let me keeping alive muahaha kayak mau mati aja -__- its time for rest my body which has been tired for this whole day (those sucks) but, suck is never end guys, it still to be continue, kayak sinetron gitu -suck-

Ini deritaku, apa deritamu ? (this question inspired by my friends at school muaha)

Kamis, 24 November 2011

Mereka uda makan belum yah?

Hap -set a new playlist- okay, hi fellas! Lama ga bersua kite ye.. (kepada siapapun yang ngebaca blog gue, ngarep jaden smith sih :p) I'm in grestelina hospit nih, senengnya bukan main. Bukan. Bukan karena nenek gue sakit. Seneng bisa ada disini. Di tempat yang 'wah' bgt. Dari dulu, dari saya kecil, tempat favorit gue itu yah ini, rumah sakit. Di saat anak-anak seumuran gue seneng main boneka, main ke taman ato apalah, yah gue senengnya ke rumah sakit. Halah, saya bukan mau ngomongin ini juga. Jadi, doain nenek saya sembuh yah ;)

Baru-baru ini kelas biologi kami belajar 'merenung' lewat slide nya guru. Kami diajak merenung tentang ibu-ayah. Kata demi kata muncul di layar. Begitu pula dengan tetes demi tetes air mata kami. Pernah tersirat, konyol banget gak sih kita nangis cuma gara-gara liat slide ginian? Tapi hei kawan, ini bukan hanya sekedar tentang 'slide ginian', ini tentang how big your love to your parent is. Emang sih saya gak bisa gitu aja nge-judge aja kalo yang gak nagis ato ter'enyuh' itu ga sayang sama ortu nya. Tapi, seriously kapan sih kita bisa ngerasa kayak gini? ngerasa diajak 'stop' bentar dan diajak nge'realize' ato nyadar sebentar kalo kita uda mengabaikan ortu kita?

Setelah slide renungan itu selesai, saya makan sama temen-temen saya dan ngobrol. Biasalah cewe, abis ada 'sesuatu' mulutnya kaga bisa diem. Yap, kita ngomongin tentang renungan itu. Salah satu temen gue nanya, "kamu nangis ga tadi? ih sedih yah :(" (mukanya digituin, kaya emoticonnya). Ada temen saya bilang "ya iyalah, ga punya perasaan tuh yg ga nangis". Eh temen gue yang ga nangis bilang "Emang penting?". Gue langsung keselek. Haha dramatis. Yah, ga tau yah gue sewot aja disitu bilang "Emang yah, kita mah bakal ngerasa kalo itu penting tuh pas mereka uda ga ada disini". Hening yang panjaaaaaang. Makanan abis. Pulang. Salah ngomong ga sih gue? itu doang yang gue pikirin. Sumpah yah, gara-gara ke-sewot-an gue itu, makannya gak kenyang.

Nah, makanya saya pengen nge-enak-in hati lewat nge-blog. Gini loh, kawan.. Saya bukannya anggap yang gak nangis itu gak sayang ortu. Bukan. Cuman, pernah gak sih kita mikir sejenak "hmm ummi uda makan belum yah?" atau "ummi makan apa yah hari ini?" pernah ga sih? pertanyaan-pertanyaan kecil seperti itu yang membuat kita kayak lupa diri. Lagian yah, apa sih salahnya berbuat hal-hal kecil yang kayak gitu misalnya? GA ADA. Gengsi? Beratan mana sih gengsi atau susahnya ngelahirin anak? Kita gak disuruh ngelahirin anak kok. Ngelakuin hal-hal kecil seperti itu bisa aja kan ngebuat senyuman kecil di wajah orang tua kita. Kurang bangga apa lagi coba.

Ada satu kalimat yang paling gue suka dari slide itu tapi lupa lagi kayak gimana tpatnya kalimat itu. Intinya, mereka berani mewujudkan mimpi-mimpi kita, apapun. Tapi, kita? membuatnya tersenyum pun enggan. Mungkin kita mau, tapi pada gengsi kali yee.. Seriously, they're our parents not boyfriends. Lawan gengsi nya lah. Sekian.

p.s: Ummi saya uda makan belum yah? *smsummi* :p cheers!

Selasa, 18 Oktober 2011

Berawal dari 'merah'

-UTS- tadinya mau 'vakum'. Tapi, ga bisa. Parah. Alhasil, ujian semua kacau. Denger dan liat hasil ujian baru-baru ini aja asli, mengerikan banget. Down bangetlah. Never been like this before -__-

Mungkin, memang penting untuk membuat visi misi, terus pasang di kamar. Biar, tiap kali masuk kamar selalu ada motivator dan arahan yang 'jelas' mau dibawa kemana hidup ini hahasik. Ulangan praktek kimia kemarin aja Masya Alloh parah. Resep apalagi. Merah semua. Ga ada yang lulus. Arrrh. Mulai hari ini, saya bakalan buat visi misi saya. Harus.

*p.s: blog ga penting ini saya post sebagai reminder 'kalo-kalo' saya lupa nge buat nya. Cheers!